Bab 17. Bertaubat

1174 Kata

"Aku merindukanmu, Sayang," ucap seorang lelaki sembari memeluk seorang wanita yang memasuki sebuah unit apartemen di pusat kota Yogyakarta. "Dasar, modus! Bukannya tadi malam kita sudah ketemu? Masih juga kangen," balas wanita yang tidak lain adalah Karin itu sembari membalas pelukan sang lelaki. Keduanya kemudian menyatukan bibir dengan penuh gairah. Tak lupa salah satu tangan lelaki itu menutup pintu apartemen, lalu menguncinya. "Kamu sudah menjadi candu bagiku, Sayang," bisik sang lelaki setelah keduanya melepaskan tautan bibir mereka. "Aku sudah tidak sabar untuk bisa bersama kamu setiap saat, setiap waktu," lanjutnya sembari merapatkan tubuh Karin ke dalam pelukannya. "Sabar, Sayang. Tinggal selangkah lagi aku akan mendapatkan lima puluh persen saham PT Karya Gemilang dan setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN