Mona menatap satu per satu wajah orang-orang yang pernah menjadi rekan kerjanya. Bahkan dia menatap Kila yang balas menatapnya penuh tanya. Tampak juga wajah Lusi yang sedang menahan tawa. Namun, dia tak menemukan keberadaan Satria. "Kalian semua benar-benar munafik! Kalian dengan seenaknya menuduh dan memfitnahku. Padahal kalian semua penjilat!" seru Mona yang sudah tak dapat menahan amarahnya. Gadis itu segera kembali masuk ke dalam ruangan sang CEO. Dia kemudian mengambil tas kerjanya dan segera turun meninggalkan lantai sepuluh. Mona turun menuju lantai satu. Selama perjalanan di dalam kantornya, dia tak menemukan keberadaan sang kekasih. Air mata yang sempat membasahi kedua pipi dia hapus dengan kasar. Rasanya sangat sakit saat orang yang dicintai tak mau percaya padanya. Mona lalu

