Chandra, Andraga dan Kesiapan Mereka

1257 Kata

Pagi sejuk memompakan udara segar, Andraga dengan rakus menghirup dan mengisi paru-parunya. Dia hempaskan selimut tipis yang diberikan liam kepadanya. Kali ini dia tidur sendirian, berkurangnya orang di tempat itu membuat Bivak menjadi lebih luas dan membuat mereka lebih leluasa untuk tidur. Ada asap mengepul dari sekitar sana, setelah diperiksa dengan seksama ternyata asap itu berasal sari belakang Bivak, Chandra dibantu Liam sedang membakar dua ikan besar. Perut seketika keroncongan, membayangkan ikan itu segera disantap meski tidak ada nasi sama sekali. Benar sekali, sejak pertama kali menginjakkan kaki di negeri bawah tanah ini, Andraga belum sekalipun menyantap nasi. “Wangi banget, Bro, dapet ikan dari mana?” tanya Andraga, lelaki itu lantas duduk di atas batu melihat ikan-ikan men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN