Sherly terbangun dari tidur nyenyaknya karena merasakan tenggorokannya sangat kering. Dengkuran halus milik seseorang menyadarkan Sherly akan posisi tidurnya saat ini. Setelah matanya terbuka sempurna, sebidang d**a hangat yang tanpa penutup telah menyapanya. Napasnya berembus pelan ketika pikirannya teringat pada kegiatan panas yang tadi dilakukannya bersama Louis, sebelum akhirnya mereka terkapar seperti saat ini karena kelelahan. Walau menyesali tindakan impulsifnya tadi, tadi dia tidak bisa menyalahkan Louis karena dirinya sendiri yang terbuai dan memberikan izin kepada laki-laki tersebut untuk menjamah tubuhnya kembali. Jika dulu dia berada di bawah pengaruh obat ketika bergulat panas bersama Louis, tapi tidak dengan kegiatan yang tadi dilakukannya. Dia berada dalam kondisi sadar penu

