Walau rencananya berjalan mulus saat dieksekusi oleh Henry bersama anak buahnya, tapi tetap saja hal tersebut tidak bisa mengembalikan kehilangan yang telah dialami Louis. Sepanjang Henry memberikan laporan mengenai kinerja anak buah laki-laki tersebut dalam menjalankan perintah darinya, Louis hanya mendengarkan sambil memasang ekspresi datar. “Apakah wanita itu sudah sadar?” Louis bertanya dengan nada datar kepada Henry. “Belum, sesuai yang dilaporkan oleh anak buahku,” Henry memberitahukan mengenai kondisi terkini wanita yang dimaksud oleh Louis. Louis mengangguk pelan. “Aku akan menemuinya,” ucapnya seraya bangkit dari sofa empuk yang didudukinya. “Aku ikut denganmu.” Tanpa menunggu tanggapan dari Louis, Henry bergegas menyusul sahabatnya tersebut yang sedang berjalan menuju pintu a

