Sejak isak tangisnya berhenti, Sherly hanya menutup mulut sambil menatap intens perut saudari kembarnya yang kini duduk di sampingnya. Dia hanya mendengarkan saat Shirley berulang kali melontarkan kata maaf padanya atas perbuatannya. Bahkan, saudari kembarnya tersebut mengatakan akan bersedia melakukan apa pun asalkan perbuatannya bisa dimaafkan. “Benarkah yang kamu katakan padaku? Benarkah kamu bersedia akan melakukan apa pun sebagai bentuk permintaan maafku terhadapku?” Sherly memastikan perkataan Shirley tanpa mengalihkan tatapannya dari perut saudari kembarnya tersebut. Tanpa berpikir lama, Shirley langsung mengangguk. “Aku bersungguh-sungguh mengatakannya, Sher,” ucapnya meyakinkan. “Apa pun akan aku lakukan untuk menebus semua perbuatan burukku kepadamu, Sher,” imbuhnya menegaskan.

