Tanpa memandang ke depan, ke tempat para tamu undangan duduk dan akan menyaksikan pertunjukannya, Sherly berulang kali menarik napasnya dalam-dalam agar kegugupan yang menderanya perlahan menguap. Apalagi saat ini Louis juga berada di dekatnya. Laki-laki tersebut ternyata tidak kembali ke tempat semula mereka berada. Dia sama sekali tidak mempunyai persiapan untuk tampil di hadapan banyak pasang mata, terlebih yang tidak terencana seperti saat ini. Pertunjukannya yang memang direncanakan saja dia harus membuat persiapan dari jauh-jauh hari dan secara matang. Setelah perasaan gugupnya sedikit menguap, jari-jari lentik Sherly mulai bertengger manis di atas tuts piano. Dia mulai menekan tuts-tuts tersebut sebagai pembukaan, sebelum nantinya melantunkan lagu yang akan dimainkan. Dalam situasi

