"A-Apa?" Tiara tergagap, suaranya nyaris hilang. Abimana menatap Tiara dengan mata yang entah mengapa menurut Tiara seperti menyembunyikan sesuatu yang gelap. Tiara amat syok. Menikah itu pasti wajar kalau ingin punya anak, itu adalah kelanjutan alami dari sebuah ikatan, dan kini menjadi mengejutkan karena dari jawaban Abimana membuat Tiara berpikir bahwa bagi Abimana, anak itu tak begitu penting dalam sebuah pernikahan. "Anak bukan prioritas dalam pernikahan," kata Abimana, nadanya tenang dan meyakinkan, seolah ia sedang menyampaikan fakta bisnis yang tak terbantahkan. "Mas, tunggu." Tiara menahan napas. Abimana masih diam, menatap Tiara, menunggu. "Aku tahu, dalam rumah tangga tidak harus punya anak. Tapi, apa kamu termasuk pria yang..." Tiara ragu, mencoba merangkai kata-kata yan

