Kalah Oleh Tatapanmu

1374 Kata

Suasana kamar pagi itu terasa berat, padahal tidak ada satu pun suara keras. Hanya dua orang berdiri saling berhadapan, saling menatap dengan gengsi dan rahasia yang belum sempat diucap. Abimana berdiri tegak di hadapan Tiara. Tatapannya dalam dan tajam, seolah berusaha mengurai setiap gerak kecil di wajah istrinya. “Apa menurut kamu wanita itu menarik, Tiara? Kenapa kamu terus menanyakan tentang nama itu? Sudah saya bilang, dia bukan siapa-siapa.” Tiara menegakkan dagu. “Aku cuma pengin tahu. Nggak boleh, ya?” “Kalau cuma pengin tahu, kamu tidak akan menatap saya seperti ini.” Nada itu terlalu tenang untuk sebuah tuduhan. Tiara semakin jengkel. “Kenapa sih kamu selalu ngomong pakai nada kayak gitu? Selalu santai, seolah kamu nggak punya salah apa pun.” Abimana tidak bergeming. “Kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN