Tiara mencondongkan tubuhnya sedikit lebih dekat ke Surya, aroma samar mint dan kulit dari jas pria itu tercium. Suasana di koridor itu sepi, tapi Tiara tetap tidak mau ambil risiko. "Surya..." ia berbisik, suaranya pelan dan mendesak. "Aku harus tahu. Apa kamu tahu kenapa Abimana mengganti semua karyawan lama dengan orang baru? Tadi dia bilang semua dipecat." Surya tidak bergerak. Matanya tetap menatap lurus ke depan, ke arah dinding lift. Seolah-olah Tiara tidak ada di sana. Dia hanya diam. Ketenangan Surya membuat Tiara makin frustrasi. Waktunya hanya lima menit. "Surya, tolong jawab aku!" desak Tiara lagi, kali ini ada nada kesal dalam bisikannya. "Aku cuma ingin tahu. Aku berhak tahu, kan? Aku istrinya!" Pria itu akhirnya menoleh sedikit, hanya kepalanya, tubuhnya tetap siaga. Ma

