"Rein?" panggil F sambil mengangkat tangannya. Tumben sekali gadis itu memanggil Reina dengan namanya. "Males banget gue ngelayanin mereka," keluh Reina dalam hati. Namun, meskipun ia mengeluh, tapi ia tetap datang menghampirinya. Reina berjalan mendekat ke meja A dan F. Lalu, ia bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Mba?" "Lo pulang jam berapa ntar?" tanya F. "Emang kenapa?" tanya Reina penasaran. Mendengar F memanggil namanya saja sudah membuatnya curiga. "Gue sama A mau ngomong sesuatu sama lo," jawab F melirik ke arah A sekilas. "Emang kalian berdua mau ngomong apa? Gue pulangnya malem. Jadi, daripada kalian lama nunggu, mending kalian berdua pulang aja deh," tanya Reina datar. Ia mengusir A dan F secara halus. "Malemnya jam berapa? Jam dua belas? Biar kita tunggu,' tanya A yang

