"Aaarrrgggggh!" teriak Tuan Blevine sambil menyapu bersih mejanya dengan kedua lengannya. Semua isi meja kerjanya jatuh ke lantai. Berserakan di mana-mana hingga tercampur dengan pecahan kaca vas bunga. "Astaga, Suamiku! Apa yang terjadi?" tanya Nyonya Blevine langsung mendekat tanpa menghiraukan pecahan kaca bertebaran di mana-mana. "Stop! Berhenti di situ jika kau tidak ingin terluka," cegah Tuan Blevine. "Tidak apa-apa. Luka luar yang akan aku terima nanti tidak seberapa dibandingkan dengan kekecewaanmu saat ini," tolak Nyonya Blevine. Ia tidak tega melihat kondisi suaminya yang hancur. Padahal selama bertahun-tahun menikah. Tidak sekali pun ia melihat kondisi suaminya seperti ini. "Jika aku bilang berhenti, itu artinya kau harus berhenti," bentak Tuan Blevine. Meskipun ia sedang

