Jonathan menoleh ke belakang dan menatap tangan Reina dipegang oleh Lucca. Seketika darahnya mendidih hingga bola matanya memanas. Dengan cepat, Jonathan menepis tangan Lucca hingga terlepas dari tangan Reina. "Lepas!" bentak Jonathan. Lucca nampak mengerutkan keningnya melihat sikap Jonathan, "Dia siapa, Rein?" tanya Lucca. "Bukan siapa-siapa, Mas. Dia ini Jonathan, temen aku," jawab Reina. Tidak salah Reina menyebut Jonathan sebagai teman karena memang kenyataannya seperti itu. Namun, entah mengapa hati Jonathan seperti disayat-sayat mendengar pengakuan Reina. Ditambah, melihat sudut bibir Lucca yang terangkat sempurna. Terlihat sekali sedang meremehkan Jonathan. "Oh, kirain dia ini pacar kamu," kata Lucca. "Bukan. Tadi, Mas Lucca mau apa?" tanya Reina. "Aku mau minta nomer telpon

