Chapter 47

2336 Kata

Langitku mendadak gelap padahal di luar sedang terang benderang. Mama mengatakan aku pingsan di salah satu ruang rawat pasien dan digotong kembali ke kamarku. Aku tahu siapa pemilik kamar tempat ku pingsan tadi seperti yang mama ceritakan. Tempat di mana awal mula langit yang kurasa akan cerah itu mulai menggelap dan sekarang tak ada lagi matahari yang akan menerangi langit itu. Aku harus terus melangkah. Aku masih sekolah. Anggap dia yang dulu kutemui adalah sosok yang sama seperti makhluk-makhluk lainnya. Anggap semua yang kualami ini sebuah mimpi belaka, karena memang adanya, kejadian menyakitkan ini terjadi setelah aku terbangun. Jadi apa namanya kalau bukan mimpi, benar kan? Aku menghela nafas panjang saat pintu kamarku diketuk seseorang. Di kamar hanya ada aku sendiri, kedua oran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN