Arya menopang kepalanya menggunakan tangannya. Sedari tadi ia melihat Lidya yang selalu bermenung. Bahkan entah sudah ke berapa kali gadis itu menghela nafas panjang karena hal yang tak Arya pahami. Sejak ia bertemu Lidya pagi tadi, gadis itu hanya tersenyum sekilas padanya lalu kembali terdiam. Bahkan minuman dingin yang sedari tadi Lidya pesan sudah tak dingin lagi lantaran gadis itu tak menghiraukan apa yang ada di sekitarnya. "Apa hari ini hari berdiam diri sedunia?" ucap Arya bertanya pada gadis tersebut. Lidya menggeleng pelan lalu kembali menghela nafas panjang membuat Arya mengeringit bingung. Pria itu bersandar di sandaran kursi, lalu melipat tangannya ke d**a, "Lalu kenapa kau seperti orang yang kebingungan? Dari pagi aku bersamamu, tapi kau hanya diam. Kau mengacuhkan ak

