72. Melindungi Maura

1550 Kata

Maura duduk di atas sofa besar di ruang tamu villa yang sepi, dengan pandangan matanya yang terus melirik ke jendela besar yang menghadap ke luar. Malam mulai turun di Grindelwald, dan udara dingin pegunungan mulai menyelinap masuk melalui celah-celah kecil jendela. Pemandangan yang biasanya begitu menenangkan kini tidak bisa mengalihkan pikirannya dari kegelisahan yang terus mengusik batinnya. Raven yang telah meninggalkannya beberapa jam lalu tanpa penjelasan jelas membuat Maura tidak tenang. “Aku harus mengurus sesuatu. Tunggu saja di sini,” adalah kalimat terakhir yang diucapkan Raven sebelum dia keluar dari pintu, tanpa menjelaskan ke mana dia pergi atau kapankah dia akan kembali. Maura menghela napas panjang, berusaha meredakan kegelisahan yang melanda di dadanya. Namun keny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN