Kau Membohongiku!

1215 Kata

Sudah beberapa kali Adam menelan ludah, tapi pintu kamar mandi belum juga terbuka. Ia sudah tidak sabar. Sebelum Amber menyatakan hasil negatif, hatinya tak akan tenteram. Debarnya tetap tak karuan meski bibir terus membisikkan mantra penenang. “Dugaan dokter itu pasti salah. Amber tidak mungkin hamil. Aku ini mandul. Mustahil aku bisa menanamkan janin dalam rahimnya.” Tiba-tiba, pintu terbuka dan Amber keluar dengan raut penuh kebencian. Sebelum Adam sempat menyapa, test pack dalam genggaman wanita itu meluncur menghantam pundaknya. “Kau mengaku mandul, tapi kenapa hasilnya seperti ini?” pekik Amber sembari menjatuhkan air mata. Kemarahannya sudah tidak teredam. Seketika, pundak Adam turun mengikuti arah pandang. Setelah menemukan bukti, mulutnya meloloskan tekanan dalam d**a. “Kau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN