Kembalilah Padaku

1339 Kata

“Tidak,” desah Adam sembari bangkit dan berlari mengejar. “Amber! Kumohon ... beri aku kesempatan! Amber!” Malangnya, sang sopir terus mengemudikan mobil. Ketika memasuki jalan beraspal, lajunya malah semakin kencang. “Amber!” Adam mempercepat langkah. Namun, saat ia tiba di bahu jalan, mobil sudah bermeter-meter di depan, terlalu jauh untuk dikejar. “Amber, kembalilah!” pekiknya dengan sekuat tenaga. Mendengar suara keputusasaan itu, sang wanita pun menggigit bibir. Dengan segenap kesungguhan, ia mencengkeram map di pangkuan. Kepalanya pusing, dadanya sesak, dan hatinya sakit. Namun, ia tidak berani menoleh. “Amber, kau baik-baik saja?” tanya Sebastian, khawatir dengan gemetar di sekujur tubuh wanita itu. Amber tidak mampu menjawab. Ia hanya tertunduk, memperhatikan map yang ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN