22 Kenapa Sih?

1907 Kata

Hampir semua orang tahu kalau sejak kecil, sejak bayi bahkan, aku dan Nana sangat-sangat dekat dan tak terpisahkan. Bukan hanya karena kami saudara sepersusuan tapi juga karena jarak usia kami yang hanya terpaut hitungan minggu. Benar-benar seperti saudara kembar yang kemana-mana bersama. Yah, meskipun setiap kami bertemu selalu saja lebih banyak perdebatannya, tapi di belakang itu kami selalu saling support dan saling menguatkan kok. Seperti sore tadi saat mendengar teriakan Sita yang mengatakan Nana pecah ketuban, okelah aku gak sepanik Mas Ge. Tapi jauh di dalam hatiku, aku juga menyimpan banyak khawatir untuk sepupu chubby ku itu. Gimana nggak khawatir, saat kami sampai rumah sakit tempat biasanya Nana memeriksakan kehamilan, ibu hamil itu ternyata sudah mengalami bukaan dua. Aku gak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN