26 Never

1894 Kata

Seharian kemarin aku tak bisa bertemu dengan Sita, karena sepulang dari rumah budhe Dewi aku dipaksa untuk langsung kembali ke rumah karena mama Ratna kurang enak badan. Sakit kepala sebelah kata Mama. Kiriman puding mangga dan gulai kepala ikan dari budhe juga lah yang menjadi alasanku agar segera sampai di rumah. Sebagai anak yang berbakti, baik hati dan sholeh, tentu saja aku langsung menuruti titah dari kedua ibu kesayanganku ini. Banyak yang aku pikirkan sepanjang perjalanan pulang dari rumah budhe semalam. Selain merasa lega karena setidaknya ada budhe Dewi yang menjadi pendengar setia. Ibu susuku itu banyak memberi nasihat agar aku tak salah mengambil sikap di antara kedua saudari yang tengah dekat denganku. Satu sahabat yang mencintaiku, satu lagi kekasih yang baru saja aku dapatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN