Setelah pemilik kos kembali ke rumahnya, Agam mencoba mengetuk pintu kamar istrinya sekali lagi. Luna terlonjak kaget karena berada tepat di balik pintu. Ibu hamil itu menjadi panik, mondar-mandir sembari menggigit kuku-kunya. Bingung harus melakukan apa. "Lun. Keluarlah, aku tahu kamu ada di dalam," lirihnya menenggelamkan wajah ke pintu. "Mari! Kita bicara baik-baik, kita cari solusi bersama jika ada masalah," imbuhnya lagi dengan nada suara semakin lembut. Luna terduduk bersandar di pintu, setelah merasa lelah berjalan kesana kemari. Ibu hamil itu gelisah dan terlihat dilema saat, mendengar ucapan sang suami yang tampak kalut. Dia ingin tetap bersama suaminya akan tetapi Luna terlalu takut kehilangan semua orang yang di sayanginya. Sudah tidak lagi mendengar suara sang suami dia ba

