Luna keluar dari kamar mandi, mengernyit heran melihat expresi wajah suaminya itu. "Sayang apa ada masalah, kenapa kamu terlihat gusar sekali?" tanya Luna sembari mengerinkan rambutnya, mendekat ke sisi suaminya itu. "Tidak ada Lun, bersiaplah kita sarapan setelah itu aku antar kamu pulang." Luna mengangguk dan segera bersiap, sarapan selesai Luna pun di antar pulang. Seno ternyata sudah menunggu di depan rumah, dia menghampiri mobil Agam yang baru saja berhenti. "Maaf Tuan saya tidak bisa menjaga Nona dengan baik," sesal Seno yang tidak berani menatap Agam. "Dengan kamu memberi informasi kemarin kamu suda cukup baik dalam bertugas, tapi lain kali saya tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi itu akan buruk nantinya," pinta Agam yang terdengar seperti ancaman. "Ya sudah Lun aku ma

