Tidur Agam mulai terusik saat ada pergerakan dari sang istri yang ingin melepaskan dekapanya, bukanya melepaskan. Agam semakin mengeratkan pelukanya. Cahaya mentari yang semakin terang, tidak membuat Agam membuka mata dan melepaskan sang istri. Udara pagi ini yang lebih dingin dari biasanya, menjadikan ranjang mereka tempat ternyaman saat ini. Calon papa muda itu, asik Ndusel-ndusel di d**a sang istri. "Sayang, bangunlah kamu akan terlambat ke kantor nanti," Masih menguasi diri agar tidak terbuai dengan permainan sang suami. "Biarkan saja, lagi malas ke kantor. Aku tidak ingin melihat wajah penyesalan para pemegang saham, yang tidak mau mendengarkanku saat prusahaan ku sedikit goyah kemarin." "Aku ingin memberi pelajaran mereka." "Sayang Liat Erik menghubungimu beberapa kali, kasian

