Sebagai seorang istri juga ibu, cukup menguras energi Luna. Memasak, menyiapkan kebutuhan suaminya jika ingin ke kantor. Merawat juga mengawasi tumbuh kembang buah hatinya itu. Mulai dari belajar tengkurap merangkak sampai belajar berjalan. Luna sangat menikmati semua momen itu, apalagi saat Jovanka belajar bicara. Karena masih sulit mengucapkannya kata yang keluar pun kurang jelas. Seperti yang seharusnya 'Mihu' hanya 'Iu' yang dapat gadis itu ucapkan. Lelah sudah pasti Luna rasakan saat sang anak semakin aktif. Namun dia tidak mengeluh. Dari dirinya sudah bisa memandikan bayi sendiri. Luna tidak pernah memakai pengasuh bayi. Dia tidak ingin kelak anaknya lebih dekat dengan pengasuh daripada dengan dirinya. Kini Jovanka mulai bersekolah. Luna meminta Sen memasukkan anaknya itu ke S

