Luna memcoba melerai para ibu-ibu yang menggebuki suaminya, dia segera mengajak Agam pulang sebelum kesabaran suaminya itu semangkin menipis. Setelah tiba di rumah Luna menyiapkan air untuk Agam mandi. "Mandilah sayang, agar lebih enakan badan-nya," tuturnya merasa iba melihat suaminya. Agam pun mengikuti kemauan Luna, dengan malas dia beranjak dari ruang tamu ke kamarnya. Sembari menunggu Agam selesai mandi, Luna menyiapkan air es, untuk mengompres kalau ada yang memar di tubuh Agam. Agam pun selesai mandi, menghampiri sang istri yang duduk di tepi ranjang. Luna mengambil handuk mengeringkan rambut Agam. Luna meraba bagian atas tubuh Agam, untuk melihat ada memar atau tidak di tubuh suaminya itu. Ada sedikit memar di lengan Agam. Dia pun mengompres bagian yang memar itu. "Sakit ti

