Sepulangnya dari kantor Agam langsung meghampiri sang istri yang sedang berkutat di dapur . "Lun! Aku kepengen deh makan serombotan dan nasi oran sele." Memeluk istrinya itu dari belakang. "Mana ada di sini Gam itu kan adanya di Bali," ujarnya melepaskan pelukan suaminya, lalu berbalik menatap suaminya itu. "Aku pengen banget makan itu Lun nggak tau bisa pengen banget." Luna tersadar kalau suaminya saat ini sedang mengidam. "Gimana kalau kita ke Bali sekarang Lun." "Apa! Kamu yakin mau ke Bali, terus bagimana dengan pekerjaan-mu nantinya?" "Besok juga tidak ada meeting yang sangat penting, masih bisa di wakili Erik, asisten pribadi ku," jawabnya meyakinkan. "Baiklah. Kalau begitu aku siapin keperluan kita selama kita disan nantinya, mandilah! Setelah itu kita makan bersama." "Iya.

