Tere terlonjak saat ada yang mengetuk mobilnya. "Ter ini aku Alex buka pintunya." "Alex! Gue takut bantu gue Lex," Menangis dipelukan Alex dengan tubuh bergertar. "Kenapa kamu lakuin ini, seharusnya kamu berpikir seribukali sebelum mencelakakan istirinya. Kau tau kan betapa kejamnya dia." Lidah Tere terasa keluh untuk menjawab Alex, dia hanya menangis hingga membasahi kemeja Alex dengan airmatanya juga ingusnya "Ayo, tinggalkan mobilmu disini. Ikutlah denganku. Aku akan membawamu ketempat yang aman tapi aku tidak yakin sampai berapa lama tempat itu aman. "Kau tidak masalahkan kehilangan mobil ini? Jika kau membawa mobil ini, akan mudah bagi Agam menemukanmu." "Iya." Alex memakaikan jaket yang cukup tebal juga helem. Alex sengaja memilih membawa motor Agar lebih cepat melaju sebelum a

