Erik mendatangi caffe tempat pertemuan pria misterius dengan kurir yang diperintah untuk mengantarkan paket teror tersebut. Dia meminta rekaman CCTV pada semua sudut caffe. Setelah mendapatkanya. Dia pulang ingin segera membersihkan diri, menghilangkan kepenatan menjalani perkerkerjaan-nya hari ini yang sangat menguras pikiran. Sudah segar kembali. Dia menyalakan leptopnya, memeriksa dengan teliti CCTV caffe, terlihat beberapa orang silih berganti melewati koridor. Dia menghentikan minum cofee-nya saat pandangan-nya tidak sengaja melihat lelaki yang dia kenal selama ini, memiliki ciri sama dengan pria berhoodie itu. Erik mem-pause dan men-Zoom rekaman itu untuk melihat lebih jelas, terlihat gamblang wajah pria itu sebelum menggunakan masker. Dia menghabiskan cofee-nya, beranjak dari

