42. p*********n

2541 Kata

Perisai itu bagai gelembung udara yang benar-benar tidak bisa ditembus. Berkali-kali Vay dan Kal bermain melempar batu ke udara, tetapi jatuh ke laut seakan memantul dari sesuatu. Pancaran sinar matahari masih dapat dirasakan. "Lempar terus! Ayo lebih jauh, Kal! Wah, hebat! Mereka benar-benar didorong dari udara!" Vay semangat melempari batu ke laut. "Lemah sekali kau! Melempar itu seperti ini. Lihat aku, maka kau bisa melemparnya sangat jauh." Kal memperlihatkan gaya melempar batu dengan benar dan batu yang dia lempar memang sangat jauh, tetapi hasilnya tetap sama. Dikembalikan oleh perisai itu. Rey membiarkan mereka bermain sepuasnya. Dia tidak mendengar gemuruh itu lagi. Perisainya tetap dibiarkan. "Apa yang kudengar? Insting?" gumam Rey masih mencoba membenarkan indera pendenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN