Malam itu, selesai dari kamar mandi. Perkiraan Rei benar, Jasmin jadi pusat perhatian. Banyak mahasiswa yang memperhatikannya, ada pula yang terang-terangan berani mendekatinya. Bahkan seng ketua BEM mulai sering mendatangi Jasmin, pura-pura bertanya berbagai hal pada gadis itu dengab mikrophone. Apa ada yang ingin ditanyakan oleh Jasmin. "Nggak Ada...." Jawab para mahasiswi di sekitar Jasmin kompak. Heran dengan tingkah ketua BEM mereka yang tiba-tiba agresif pada Jasmin. Sejak tadi ia pura-pura menanyakan berbagai hal padanya. Dan Jasmin selalu menggelengkan kepala. Tidak ada yang ia butuhkan dari pria itu. "Huu…." Sorak para mahasiswi pada sang ketua BEM yang berkilah. Jika yang menanyakan pertanyaan tadi adalah permintaan dari salah satu mahasiswa" ketua BEM itu menunjuk para mahas

