Jasmin merenggangkan dirinya, Matanya berkilau penuh harap, menatap tak percaya wajah tampan suaminya. Benarkah yang dia ucapkan? Akal-akalan nya mengancam pergi ternyata ampuh membuat suaminya buka suara. Wajah Rei terlihat salah tingkah, matanya kesana kemari, tidak berani menatap wajah Jasmin. Seolah ia menyesali ucapannya. Pria itu lalu turun dari ranjang. Memakai celana kolornya "Mas kamu nggak jadi cerita?" Jasmin mulai bisa mencium gelagat pria itu tidak serius dengan ucapannya. Ia justru pergi ke sofa, menenggak air mineral yang tersedia di atas meja sofa. Mata Rei memandang Jasmin yang tengah duduk di ranjang. Perasaan bahagia sekaligus bangga muncul di hatinya. Bidadari yang sudah lama ia nanti-nantikan akhirnya menyerahkan diri padanya. Namun karena kecerobohannya, tidak b

