“Bapak dokter gigi?” tanya Melani tiba-tiba. Mendapat pertanyaan seperti itu, Refleks tangan Rei menggenggam pin di bajunya. Ia berbalik, berjalan kembali ke arah mejanya. Pria itu lalu terlihat cepat-cepat melepas pin nama di bajunya, menyumpalkannya dalam saku kemejanya. "Jadi anda dokter gigi, Pak Rei? Bapak praktek di mana?” Tanya Melani ingin tahu. “Bukan urusanmu, aku dokter gigi atau bukan.” jawab Rei dingin. “Duh sombong banget yang udah jadi dokter.” Goda Melani. “Bapak udah spesialis kan? Dokter gigi spesialis apa? Kok nggak pernah cerita sih sama kami semua. Kalau bapak ini seorang dokter? Nanti, kalau gigi kami sakit. Pasti langsung datang ke tempat praktek, Bapak deh” “Jangan mengalihkan pembicaraan, Melani. Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu.” Rei berdiri di samping m

