53. Salah Kamar

1758 Kata

"Hoahm…." Rei menguap lebar-lebar saat matanya mulai terjaga. Sorot matanya yang tajam meredup kembali saat merasakan sekujur tubuhnya pegal. Tidak biasanya ia bangun pagi dalam keadaan masih suntuk. Lama ia hanya terpejam, merasakan kelembutan menyentuh tubuhnya. Walau d**a bidangnya tak tertutup apapun hanya memakai celana pendek sebagai penutup kemaskulinan nya. Namun selimut yang hanya menyelimuti perutnya sudah cukup Menghangatkannya, terasa menyenangkan. Kenyamanan nya perlahan mulai terganggu saat merasakan angin kencang masuk kamarnya melalui jendela yang memang tak pernah ia tutup di malam hari, menyukai angin malam menerpa kulitnya yang sengaja ia biarkan terbuka. Angin itu sesekali menerbangkan air, mengenai tubuh atletisnya, menciprati wajah nya yang terukir tampan. Subuh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN