Shasa menghentikan langkahnya tiba-tiba, membuat Lila yang berada di sampingnya ikut menghentikan langkahnya juga. Begitu'pun dengan Mike, dan Daniel. Ikut menghentikan langkah bingung, pasalnya Shasa tiba-tiba berhenti melangkah di tengah jalan. "Aduh..."Shasa meringis sambil membawa telapak tangan kanannya kearah bagian d**a tepat jantungnya. Mata Shasa merem melek, perempuan itu tengah menormalkan'kan pernafasannya, pasalnya, lagi-lagi jantungnya berdebar dengan irama yang kencang di dalam sana. Membuat Shasa sesak nafas, dan lemas. Bahkan kedua telapak tangannya, tiba-tiba terasa dingin, dengan rasa gelisah, dan cemas yang begitu hebat melanda dirinya saat ini. "Shasa...ada apa, Sayang."Tanya Lila dengan suara cemasnya. Bahkan wajah Lila ikut meringis melihat wajah Shasa yang mer

