Karena pada akhirnya, beginilah ending-nya. Aku yang selalu berada di sisimu, akan terus seperti itu. Tidak berubah, dan aku juga tidak mau mengubahnya *** "GITO tunggu!" Langkah Gito langsung terhenti, ia menggeram kesal, tangannya terkepal kuat sampai buku-buku jarinya sempat memutih. Ia berbalik badan sebelum akhirnya tersenyum remeh. "Gue mau pulang, ada urusan mendadak!" balas Gito, nada suaranya sama sekali tidak bersahabat, terdengar ketus. Misa berlari kecil menyusul Gito yang sudah berdiri di teras rumah dengan tangan yang di masukkan ke dalam saku celana jinsnya. "Gito, kamu ke sini kenapa nggak bilang-bilang dulu sama aku?" Misa bertanya, memegang tangan Gito, menggenggamnya erat, tetapi ekspresi Misa kontan terkejut kala yang ia dapatkan malah tepisan begitu kasar dan ke

