"Kembaliannya dua puluh ribu ya mas." Gito tersenyum hangat sembari menerima uang kembalian dan dua minuman yang ia beli. Satu untuk Gina, dan satunya lagi untuk dirinya. Gito menggenggam plastik kresek seraya mengangguk pelan. "Makasih mbak," ujar Gito ramah. "Sama-sama mas." Setelah menanggapi dengan senyuman seadanya, Gito pun akhirnya berbalik badan, berjalan pelan menuju tempat di mana Gina duduk. Namun, ketika jaraknya masih sepuluh meter, Gito berhenti dan membelalakkan matanya. Dari tempatnya berdiri, Gito bisa melihat bahwa Gina tidak duduk di salah satu bangku. Gito mendesah panjang, ia langsung berlari kecil ke sana. Kemudian setelah sampai ia celingak-celinguk memperhatikan sekitarnya, berharap bisa menemukan Gina. "Ke mana sih tuh bocah? Udah gue bilangin di sini aja

