Mendadak mulutku mati rasa, tidak tahu harus mengeluarkan kalimat seperti apa sewaktu kamu berbicaralah seperti itu *** LAMPU yang berkedip di ujung jalan, serta hewan-hewan kecil terlihat berterbangan di sekitar area lampu itu, dan juga awan berwarna kelabu di atas sana tengah menutupi sebagain badan bulan, kini semua itu menjadi fokus utama Gina yang terbagi. Gadis itu bingung harus melakukan apa, sementara semenjak perjalanan tadi sore hingga malam hari menjemput, Saga tidak banyak bicara, dan sesekali menjawab singkat apa yang Gina tanyakan, Gina tidak mau berpikir negatif kepada Saga, mungkin saja cowok itu harus fokus pada jalanan supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan. Perlahan, deru suara mesin motor Saga kian mengecil, lalu berakhir berhenti di depan sebuah kafe. G

