GINA sengaja pulang sendiri naik angkutan umum alih-alih menunggu jemputan dari Gito. Ia masih dongkol, hatinya sedikit merasa sakit. Sebuah foto yang ia lihat dari ponsel Lisa membuatnya marah. Gina tidak peduli dengan Gito lagi, Gina bodo amat jika cowok itu kebingungan karena dirinya sudah ada di rumah sekarang. Sepulang sekolah tadi Gina langsung berlarian menyerbu kamarnya, naik ke atas kasur dan menutup semua tubuhnya menggunakan selimut. Rasanya ia ingin menangis sejadi-jadinya, namun air matanya kering, tidak keluar sama sekali dari pelupuk matanya, membuat Gina mendesah kuat-kuat. Gina kemudian menyibak selimutnya dengan entakan kuat, gadis itu menatap langit-langit kamarnya sambil cemberut. "Gina pengin nangis biar dramatis, tapi kenapa air matanya nggak mau keluar!" Gadis

