MEMILIH DIAM TAK MELAWAN

702 Kata

Arum mendekati Azzam putra sulungnya, ia meminta Azzam pindah saja ke kamar namun Azzam mulai melawan. "Kenapa mama menyuruh aku kembali ke kamar? Agar suara m***m itu tidak ku dengar? Begitu kah? " Oh Tuhan, hati Arum terjatuh lagi. Kalimat Azzam barusan menohok indra pendengarannya. Azzam putranya yang manis dan selalu bersikap sopan hari ini bisa melawan. Arum terhenyak sesaat hingga pintu kamar terbuka. Nampak Bagas keluar kamar dengan celana pendek dan d**a terbuka. Azzam menatap laki-laki yang biasa ia sebut Abi dengan tatapan nanar. Matanya melotot, rahangnya mengerar, jemarinya mengepal. "Abi, Azzam ingin bicara. " "Bicara apa?, bicara saja. " Jawab Bagas sok tenang. "Apa Abi tidak malu setiap hari berbuat m***m di rumah ini? Apa Abi tidak punya perasaan lagi? " A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN