"Kamu hari ini gantikan Daddy ya datang kerapat sekolah." Devano tak ada pilihan selain mengangguk dengan bibir mengerucut bagai bebek tamvan. Masalahnya disini yang tampak seperti pengangguran adala Devano, sebagai seorang arsitek Devano tidak terlalu aktif bekerja. Karena ia tergabung dalam perusahaan kakak seniornya, ia punya posisi yang cukup enak. Kerjanya cuma rancang-rancang aja gak harus ikut turun tangan karena jobdesk nya Ano ya cuma itu, makanya Ano jarang ke kantor dan mengerjakan semua dirumah kecuali jika ada rapat penting. Selain itu Ano juga membuka beberapa toko material yang hasilnya lumayan banget, toko yang awal modalnya ia pinjam dengan bang Az yang berkat pria itu juga tokonya jadi maju dan punya beberapa cabang. Belum lagi Ano bayar hutang gak pake bunga, pot apala

