Sepanjang perjalanan pulang Hana memandang keluar kaca bis. Semua pertanyaan yang Derris lontarkan padanya, tidak ada satupun yang di jawab oleh Hana. Hari ini sungguh hari yang membuatnya kesal setengah mati. Dimulai dari tuduhan tidak masuk akal yang Sera berikan padanya. Lalu setelah itu Hana melihat Niken yang sedang memegang lengan Derris. Sungguh sempurna, semuanya sempurna hingga membuat Hana ingin berteriak sangat kencang. “Hana.” Panggil Derris. “Hm.” Gumam Hana. “Kamu bisa menceritakan masalahmu padaku. Dari pada kamu memendam masalahmu sendirian.” Kata Derris. “Nanti jika waktunya sudah tepat, aku akan menceritakan semuanya.” Sahut Hana. Derris mendesah pelan, “Baiklah aku akan menunggu.” Setelah turun dari bis Hana dan Derris lalu berjalan pelan menuju rumah Hana. Tidak

