Bab 38

1896 Kata

Sera dan Arin terus memperhatikan Hana yang mengetuk-ngetukan pulpennya di atas buku sejak sepuluh menit yang lalu. Terlihat jelas raga Hana berada di hadapan mereka namun pikirannya sedang melayang entah kemana. Sera dan Arin yang saling pandang akhirnya berinisiatif untuk menyadarkan Hana kembali. Karena jika Hana tidak konsentrasi, tugas kelompok mereka bertiga tidak akan pernah selesai. Arin memyentuh lengan Hana pelan. "Hana." Hana mengerjapkan mata lalu memandang ke arah Arin dengan bingung. "Hmm." "Sudah hampir satu jam kamu melamun." bohong Sera. Hana lalu melirik jam dinding di rumahnya dan ucapan Sera bohong, karena kedua sahabatnya baru sampai di rumahnya sekitar dua puluh menit yang lalu. Hana mengehembuskan nafas dan menyimpan pulpennya di atas buku. "Apa kalian pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN