Ye Zhun saat ini tengah menaiki kuda menuju kota yang bernama Perlas, sebuah kota yang mana di sebut sebagai kota para pemula. Alasan di balik sebutan itu adalah karena para Spieler yang baru sampai ke The Seed maka akan pergi ke sana karena merupakan kota terdekat dari portal yang di sediakan, jarak tempuhnya sekitar empat hari dari portal untuk sampai ke Kota Perlas.
Ye Zhun berhenti dari tempat ke tempat sebelum pergi ke kota ini demi mencari informasi yang di butuhkan, namun pada akhirnya ia hanya akan mendapatkan masalah dan berakhir dengan merampok tempat-tempat yang ia singgahi. Oleh karena hal ini ia mendapatkan julukan bentuk dari kegagalan, saat ini ia sudah sangat dekat dengan kota Perlas.
“Hei! Bukankah kuda itu berlari terlalu cepat?”
“Ha? Apa maksudmu?”
“Lihat itu bodoh! Kuda itu berlari sangat cepat ke sini dan tak menunjukkan tanda-tanda melambat”
Penjaga gerbang ini menunjuk ke arah kuda yang di tunggangi Ye Zhun karena temannya tak mempercayai apa yang ia katakan, tak hanya terkejut kedua penjaga ini langsung mengambil sikap waspada dan mengacungkan senjatanya ke arah Ye Zhun.
“Berhenti di sana!”
Penjaga itu berteriak sekuat tenaganya dengan harapan agar penunggang kuda itu mendengarkan apa yang ia teriakkan, namun tak seperti harapannya kuda itu tetap berlari dengan sangat cepat ke arah gerbang.
Klutak... Klutak.. Klutak... Ckitttttt....
Di tengah keadaan para penjaga yang mulai panik, penunggang kuda itu tiba-tiba menghentikan kudanya secara mendadak sehingga menyebabkan ia meluncur beberapa meter kedepan. Hanya tinggal beberapa meter lagi dan dia akan menabrak gerbang yang saat ini tertutup rapat dengan para penjaga yang saat ini berjaga di depannya.
“Oh sial! Kuda ini terlalu agresif”
Ye Zhun turun dari atas kuda dan segera pergi ke para penjaga yang saat ini tengah mengeluarkan keringat dingin atas apa yang terjadi, ia berjalan dengan santai seolah-olah tak terjadi apa-apa.
“Yahh... Maafkan aku tuan penjaga gerbang, aku tak terlalu mengerti caranya menunggangi kuda.”
“A-Apa kau seorang Spieler pemula?”
Penjaga gerbang itu bertanya kepada Ye Zhun dengan terbata-bata dan menggeretakkan giginya.
“Iya! Aku ingin masuk ke dalam kota Perlas sekarang”
“Hahh... Kalau begitu letakkan tangan mu di atas sini.”
Crystal identification adalah nama dari sebuah permata yang di rujuk kan oleh penjaga ini, Crystal ini memiliki fungsi sebagai pencatat siapa saja yang masuk ke desa juga membedakan antara Spieler dengan penduduk asli The Seed. Ye Zhun hanya meletakkan tangannya dan Crystal ini akan melakukan tugasnya sendiri.
“Apa ini cukup?”
“Ya... Kau bisa masuk sekarang!”
Kriiieeeeettt....
Pintu gerbang di buka secara perlahan dan Ye Zhun langsung berjalan masuk ke dalam Kota, namun baru beberapa langkah ia berjalan penjaga mulai menghentikannya kembali.
“Ada apa lagi sekarang?”
“Kuda mu tertinggal”
“Ahh... Kalian bisa memilikinya! Aku sudah tak membutuhkan kuda itu”
Para penjaga kaget atas apa yang di katakan Ye Zhun, ia tak mempedulikan mereka lagi dan mulai masuk ke dalam kota.
Suasana yang cukup ramai dengan kesan fantasi yang kental langsung terpapar di hadapan Ye Zhun saat ini, orang-orang yang memegang senjata kemana pun mereka pergi dengan armor lengkap yang melekat di tubuhnya, toko-toko yang menjual keperluan para Spieler seperti Potion juga item terdapat cukup banyak di kota ini. Suasana baru ini membuat Ye Zhun semakin bersemangat untuk memulai petualangannya.
Seperti biasa Ye Zhun masuk ke dalam bar untuk sekedar melepas penat sembari mencari informasi dari obrolan orang-orang yang ada,
Kriiieet.....(pintu di buka secara perlahan)
Ye Zhun masuk ke sebuah bar yang memiliki pelanggan terbanyak, berbeda dari bar-bar yang ia masuki sebelumnya. Orang-orang yang ada di sini cenderung tak memperdulikan kedatangan Ye Zhun, ia berjalan dengan tenang dan duduk di meja yang ada di hadapan bartender. Ia mulai memesan makanan yang ada dan mulai menikmati makanan itu begitu tiba.
Tiba-tiba seorang pria bangkit dari duduknya sambil mengibarkan jubahnya, orang-orang selain Ye Zhun menatap pria itu dengan pandangan takjub.
“Aku sedang mencari Relawan untuk misi perburuan! Perburuan ini di pimpin oleh tim ku dan Coutali. Aku bisa memastikan bahwa bayaran yang akan di dapatkan tidaklah kecil”
“Siapa yang ingin ikut?”
Ucapan dari orang ini membuat beberapa orang kebingungan karena ia tak menjelaskan secara rinci tentang misi miliki nya. Seorang pria memberanikan diri untuk mengangkat tangan dan menanyakan lebih jelas tentang misi yang ia katakan.
“Kemana tujuan perburuan ini lebih tepatnya?”
Pria itu menghela nafas sejenak mendengar apa yang orang itu tanyakan.
“Perburuan ini dilakukan di Cave Ruth!”
Setelah mengatakan kemana tujuan perburuan ini semua orang yang ada di sini tiba-tiba termenung tanpa semangat, pria itu kembali mencoba meyakinkan orang-orang yang kehilangan semangat ini.
“Aku akan menjaga kalian di sana jadi kalian tak perlu khawatir akan keamanan kalian.”
Orang yang tadinya bertanya pun mulai mendekat ke arah pria itu.
“Charles... Kami bukan ingin meragukan kemampuan mu tapi kau seharusnya tau satu-satunya rute menuju kesana bukan?”
“Maksudmu Forest of Morker?
“Iya. Tempat yang membuat Angelo hampir mati, Angelo itu adalah Warrior level 40 dan bagaimana kami yang berlevel rendah ini bisa selamat disana?”
“Jujur saja kami hanya akan menjadi beban jika bergabung dengan perburuan itu”
Charles diam sejenak memikirkan kata-kata yang di katakan temannya barusan, seharusnya ia sadar bahwa ini adalah kota dimana para pemula berkumpul jadi harusnya ia tak terlalu banyak berharap.
Di tengah keheningan saat ini terdengar suara dari seseorang yang sedang menikmati makanannya, beberapa orang mengalihkan perhatiannya dari Charles kepada orang yang saat ini sedang menikmati makanannya di meja bartender. Pria itu sama sekali tak tertarik dengan apa yang dikatakan Charles barusan sehingga membuat beberapa orang naik pitam karena Charles merupakan salah satu Spieler yang berpengaruh di kota Perlas ini.
“Hey! Bisakah kau berhenti makan dan dengarkan Charles!?”
“b******n dari mana kau sehingga berani tak menghargai Charles!?”
Pria yang sedari tadi menikmati makanannya mulai berhenti karena kata-kata yang barusan orang itu lontarkan.
“Sepertinya kau harus kembali pada ibumu lagi untuk di ajarkan tatakrama yang benar!”
Mendengar hal ini membuat orang itu semakin naik pitam dan bergerak menuju pria itu, ia langsung mencengkeram bahu pria itu dengan kasar.
“Apa yang kau katakan barusan b******n!? Apa sebegitu ingin matikah dirimu?”
Dengan tanpa usaha lebih dan tak ada gerakan yang sia-sia, pria itu melepaskan cengkraman orang itu hingga menyebabkan orang itu jatuh terduduk saat ini.
“Bukankah itu berlebihan untuk dirimu? Apa kau mampu untuk melakukan itu kepada ku?”
Orang yang jatuh itu mencoba bangkit dan mulai bersiap untuk menyerang Ye Zhun.
“Kalau begitu matilah dengan ini!”
Orang itu mencoba memukul Ye Zhun dengan tinju yang sudah di perkuat menggunakan sihir, dari tangan orang itu Ye Zhun bisa melihat dengan jelas cahaya energi mana yang menyelubungi tangan dari orang itu.
Tapi....
Dengan mudah Ye Zhun menangkap pukulan dari orang itu dan tersenyum kepada dia, Ye Zhun dengan mudah mendorong orang itu sehingga ia terjatuh seperti sebelumnya.
“Jangan terlalu serius dengan perkataan ku barusan, lagipula aku masih level 1. Ku harap kalian mengerti dengan apa yang ku katakan.”
Semua mata tertuju kepada Ye Zhun saat ini karena orang-orang tak mengerti bagaimana Spieler yang masih berlevel satu bisa sekuat ini, orang yang tadi di permalukan Ye Zhun merasa tak Terima dan mulai mengeluarkan pedangnya untuk kembali menyerang Ye Zhun.
“Tak mungkin b******n ini berlevel 1! Akan ku buat dia mengakui semuanya”
Tepat di saat orang ini akan bergerak melancarkan serangan pada Ye Zhun, sebuah suara terdengar dari luar sehingga membuat orang ini mengurungkan niatnya.
“Sebaiknya kau mengurungkan apa yang akan kau lakukan!”