Bayu melangkah dengan gontai menuju ke kamarnya yang ia tempati dengan Nuri yang ada di lantai dua. Semenjak menikah, Bayu terpaksa tinggal di rumah mertuanya. Hingga resepsinya selesai. Barulah ia membawa Nuri pindah ke Singapura. Pikiran Bayu begitu jenuh saat ini. Saat istri kedua temannya sama-sama telah hamil, membuatnya merasa sedikit iri dengan mereka. “Kamu kenapa lemas begini, Sayang? Apa ada hal buruk yang disampaikan oleh pak Alex padamu?” Nuri yang baru saja keluar dari kamar mandi menghampiri Bayu. Gadis itu hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh polosnya yang masih lembab karena baru saja selesai mandi. Bayu merangkul bahu Nuri, membawanya duduk di tepi ranjang. “Alex dan Viola tidak jadi melangsungkan resepsi pernikahan bersama kita,” gumam Bayu. Seraya merebahk

