Tak Mampu Memilih

2025 Kata

“Kamu ingin istirahat apa mandi dulu, Una?” tanya Bayu. Sambil beringsut turun dari tubuh Yuna, yang telah remuk karena ulahnya. Yuna tidak menjawab. Jangankan untuk berbicara, untuk bernafas saja dia sudah tidak sanggup. “Aku anggap ini sebagai jawaban, kamu ingin tidur dan sarapan disini.” Bayu mengecup sekilas kening Yuna yang masih basah oleh keringat. Barulah ia turun dari atas ranjang dan menyelimuti tubuh polos istri mudanya itu. 'Aku tidak menyangka bisa tergoda secepat ini padanya. Dan aku juga tidak menyangka, Tuhan memberiku kesempatan untuk memiliki istri sesuci dirimu, Una.' Bayu menghela nafas berat. Mungkin ini semua terjadi karena desakan Nuri yang memintanya untuk menikah lagi. Padahal ia telah menolak ide gila Nuri. Karena Bayu tidak munafik. Ia pria normal yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN