Ikhlas di Madu?

1001 Kata

Akan tetapi, Bayu salah. Baru saja ia mulai tidur, sudah ada Yuna yang baru saja masuk ke kamar. Dengan perasaan yang begitu bahagia karena melihat Bayu yang telah berbaring di atas ranjang. Tidak menunggu waktu lama, Yuna segera bergabung dan memeluk Bayu dari belakang. “Maafkan aku, Mas.” Ucapnya. “Tidak perlu meminta maaf. Akan tetapi, ubah saja cara berpikirmu, Una. Agar aku bisa sedikit bisa menerima kehadiran kamu disini. Satu hal lagi. Ubah lah seluruh kelakuan burukmu, terutama terhadap Nuri. Jangan terus-terusan memojokkan dia. Setidaknya, demi aku.” Bayu berucap tanpa membuka kedua matanya. “Maksud kamu?” Yuna beralih berbaring di hadapan Bayu. . “Jangan kamu pikir aku tidak tahu bagaimana perlakuan kamu pada Nuri. Apa lagi lisanmu. Lisanmu terlalu tajam pada Karen. Padah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN