Calon Kakak Ipar

2110 Kata

“Biarkan saja dia pergi!” seru Bayu. Saat Yuli mengatakan Yuna pergi dari rumah. Dengan membawa sebuah koper. Suara tinggi Bayu menyentak Nuri, yang sedang tidur di dalam pelukannya. “Ada apa, Sayang. Kenapa kamu berteriak pagi-pagi seperti ini?” tanya Nuri. Dalam keadaan separuh sadar. “Tidak ada,” gumam Bayu. Kembali merengkuh tubuh polos Nuri ke dalam pelukannya. “Pergilah! Aku akan mengurusnya nanti,” ucap Bayu sekali lagi. Karena Yuli masih mengetuk pintu kamarnya dan menyerukan nama mereka berdua. “Ada apa sebenarnya, Bay?” Nuri mengurai pelukan Bayu. “Tidak ada, Sayang. Kamu istirahatlah! Hanya Yuna yang sedang berulah.” Bayu meraih pakaiannya dan mengenakannya. Meninggalkan Nuri yang masih berbaring di bawah selimut. Nuri menghela nafas. Merasa bingung dengan apa yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN