Sesampainya Aira di kamar, ia langsung duduk di atas lantai. Meluruskan kakinya lalu menikmati angin yang berasal dari kipas angin yang sengaja ia dekatkan ke wajahnya. Setelah sampai di rumah tadi, Aira langsung saja masuk ke dalam kamar. Ayah bilang barang-barang yang ia bawa akan dibawa nanti oleh Ayahnya ke dalam, dan Aira diminta beristirahat saja lebih dulu. Ia juga ingat kalau ia tidak mengabari Afdal tentang dirinya sudah pulang dan sampai di rumah, ingat saja tapi tidak merasa terbebani sedikitpun. Ia merasa tenang saja, ia yakin teman-temannya akan menyampaikan pada Afdal kalau ia sudah pulang. Tok tok. Suara ketukan pintu membuat Aira sigap seketika, ia langsung berdiri dan menghampiri pintu kamarnya. Samar-samar seperti suara Ayah tengah memanggilnya, itu tidak begitu jelas

