Part 56

1026 Kata

Sambil mengunyah permen karet yang masih terasa manis, Aira memainkan ponselnya. Ia bosan dan memilih untuk bermain game saja di ponselnya, padahal masih banyak tugas yang seharusnya ia kerjakan di waktu luang. “Eh, Ra?” “Hm?” Jawabnya tanpa menoleh sama sekali. “Lo tahu enggak sih, cafe yang baru dibuka itu?” Aira mengerutkan dahinya, ia masih belum bisa menebak cafe mana yang sedang Sifa maksud saat ini. Aira memutuskan menjeda gamenya, dan menoleh pada Sifa. “Cafe mana sih?” “Ih itu yang deket pertigaan.” “Iya pertigaan mana Sifa? Pertigaan kan banyak.” Sifa berdecak. “Ih baru aja lo bahas kemarin, sekarang nanya pertigaan mana.” Aira langsung terdiam, ia mengingat ucapannya yang kemarin. Seketika Aira tertawa. “Oh itu, iya tahu kenapa emang?” “Iya tahu kenapa emang.” Cibir Si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN