Part 91

1520 Kata

“Bun...” Bunda hanya melirik saja, tak perlu ia jawab pun Aira pasti akan meneruskan kalimatnya. “Pas ke sekolah itu, ada Langit.” Aira mulai bercerita, ia menaruh toples berisi kacang yang tengah ia makan tadi. “Udah tahu, terus gimana itu Rayhan?” Aira langsung menelan ludahnya sendiri, jawaban Bunda tidak enak sekali untuk didengar. Benar saja dugaan Aira kalau Bunda sudah terlanjur menaruh harapan yang banyak pada Rayhan. “Bun, aku juga sayang banget sama Rayhan.” Ucap Aira seolah menjawab pertanyaan Bunda tentang perasaannya pada Rayhan. Posisinya berubah sekali, Aira seperti tengah berhadapan dengan ibu dari Rayhan bukan dengan Bunda. Aira belum pernah melihat Bunda membela orang lain, apa lagi hubungannya dengan Zaidan dulu justru Bunda mendukung keras hubungan ini putus. “I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN